Bulan February lalu, saya tiba-tiba di call sama mba Anneke, ternyata beliau adalah asisten dari sutradara terkenal, Hanny Saputra. Singkat cerita, saya ditawarin untuk nge scoring film dia, yg ternyata adalah film horror. Tadi nya saya sempet ragu-ragu karena stereotype film horror Indonesia kan yah gitu deh, tapi setelah miting dengan Mas Hanny dan ngeliat beberapa shot, saya yakin kalo ini adalah horror yang bagus, dan terlebih lagi di sutradarai oleh Mas Hanny Setelah itu, superti biasa, nunggu piclock yang cukup lama karena editing molor, saya udah deg2an jangan-jangan waktu untuk bikin score nya jadi kepotong, untung saja ternyata tidak. Film saya terima tanggal 28 Maret dan deadline adalah 29 april, cukup nyaman waktunya.

Dalam pembuatan scoring film ini, saya di asisteni oleh Rahel Pradika. Walaupun 70% dari11190355_356200007908388_381171592_n scoring ini bukan live instrument, namun untuk di beberapa bagian, saya rasa akan lebih terasa effect horror nya kalau suara Strings nya di take dari instrumen asli Echa Sadia memainkan Violin dan Cello di bagian-bagian penting.  Migi Parahita membantu pada proses penulisan partitur dan recording

Yang unik dari scoring kali ini, saya selain membuat musiknya, pada akhirnya juga harus membuat efek di banyak tempat untuk mendukung suasana horror. Secara ga sengaja, beberapa minggu sebelum membuat film ini, di salah satu grup whatsapp, ada seorang teman, Astrid Anggraeni yang mengirim suara ketawa nya, yang cukup seram. Suara ketawa sebelum dan setelah di proses, track no 3 adalah theme song dari film ini

Advertisements